Charice,, gadis 19 tahun bersuara emas

Jumat, 18 November 2011

 Charice Pempengco, gadis San Pedro Laguna, kelahiran 10 Mei 1992 telah membuat aku terpaku dengan suaranya yang benar-benar luar biasa.
Kenapa tidak, Kak Agnes Monica yang selama ini kukagumi tak pernah mendapatkan kesempatan emas sebagaimana yang dianugerahkan kepada Charice, Duet dengan Celine Dion. Setahuku pengalaman terhebat Kak Siti dengan pemilik “My Heart Will Go On” ini hanya sekedar foto bareng saja. Sementara Charice berdua Celine Dion di atas panggung kelas dunia Madison Square Garden  15 September 2008 yang lalu dengan membawakan syair manis “Because You Love Me”.
Charice hanyalah “gadis desa” di sebuah kota yang jaraknya 2 jam dari Manila. Pada usia 3 tahun, dia mengalami stressing yang berat, saat sang Ayah menembak Ibunya dengan senapan. Ya, konon kabarnya di Filipina senjata api dijual bagaikan dagangan sayur. Untung tragedi itu tidak membuatnya harus kehilangan Ibu. Sejak umur 4 tahun, Charice diajari ibunya bernyanyi. Pada usia 6 tahun, dia cuba menguji bakat yang ia miliki dengan mengikuti kontes lagu di Filipina. Hanya cemoohan yang ia dapatkan. “Suara kamu tak bagus dan wajahmu tak cantik”, begitulah juri mematahkan talenta emas ini.
Sindiran itu tak membuat Charice patang arang. Dia terus berlatih dan berlatih. Selain bernyanyi juga belajar memainkan gitar. Dia tak mengerti not nada, tapi meresapi musik dengan mendengarkannya.
Lewat keisengan teman-temannya yang memasukan video sang Charice bernyanyi, terbukalah mata dunia. David Foster musisi kawakan melihat bakat luar biasa gadis manis itu dan memboyongnya ke AS. Sampai akhirnya duet bersejarah dengan sang Idola, Celine Dion lewat bantuan Oprah, membuat Charice menjadi masyur di seluruh penjuru dunia.
Apa yang membuat, Charice membuat orang berdecak kagum lewat tarikan suara. Kata David, “Gadis ini bernyanyi dari hati”. Memori kelam pada umur 3 tahun dan kecintaan mendalam kepada sang Ibu, yang membuat Charice melantukan nada demi nada dengan penuh perasaan. Dia bernyanyi untuk menghilangkan rasa sakit sekaligus cinta pada sang Bunda.
“Apakah rasa sakit itu yang membuat Charice bisa seperti sekarang?” Tanya Oprah kepada David. “Benar, rasa sakit membuat dia bernyanyi sepenuh jiwa, dan  terus  mengerti dengan perasaannya”.
Nyanyian  bagi beberapa orang bukan sekedar olahan suara biasa. Seringkali sebagai pelarut lara dan pembasuh luka. Mengobati hati yan teriris atas sakit yang melanda.  Lewat nyanyian merasuk hati, banyak orang kembali bangkit. Merasakan dirinya punya kekuatan  untuk melanjutkan hidup. Melepas kepiluan dan  berdiri menyongsong  hari esok dengan senyuman.

0 komentar:

Poskan Komentar